Suatu ketika saya ingin meng-upgrade PC saya tapi kok rasanya berat hati untuk menyentuh tabungan. Rasanya kok keinginan tersebut tidak pada prioritas yang betul kalau sampai tabungan terkorek. Apa lagi sebentar lagi saya akan punya anak, tentu tidak betul kalau sampai pundi-pundi yang sudah diatur sedemikian rupa jadi terganggu. Terus bagaimana dong?

Decluttering

Ada orang-orang yang dengan mudah menyingkirkan barang yang tidak mereka perlukan, ada pula orang yang perlu arahan/motivasi lebih untuk melakukan itu. Saya adalah jenis orang yang kedua.

Ada dua buah buku yang saya baca secara berurutan pada tahun 2018, yaitu The Life-Changing Magic of Tidying Up oleh Marie Kondo dan Goodbye, Things oleh Fumio Sasaki.

Ide soal spark of joy dari Marie Kondo tidak begitu masuk ke kepala saya. Banyak benda yang tidak memenuhi kriteria tersebut tapi kalau disingkirkan dari hidup saya maka saya akan menjadi kesusahan secara tidak perlu. Nasihat-nasihat dari Fumio Sasaki lebih mengena di hati dan kepala.

Saat menulis buku tersebut, Fumio Sasaki adalah pria lajang tanpa tanggung jawab yang banyak, bahkan tanpa pacar. Jadi nasihat-nasihatnya sangat ekstrim. Saya juga sudah pernah beberapa kali melakukan decluttering, baik dengan giveaway mau pun dengan penjualan namun saya belum pernah mencobanya dengan cara yang ekstrim. Sekarang saya dapat melakukannya.

Keputusan memiliki anak ada trade-off-nya: ada banyak hal yang tidak dapat saya lakukan lagi dikarenakan waktu dan tenaga yang terbagi untuk keluarga. Setelah saya pikir-pikir, ternyata saya:

  • Tidak bisa naik gunung sampai 5-10 tahun ke depan.
  • Mengganti olahraga saya dengan yang lebih sederhana seperti jogging. Ditambah kondisi pandemi, saya tidak lagi bersepeda jauh-jauh untuk berolahraga.
  • Sulit/tidak dapat meluangkan waktu untuk beberapa mainin/koleksi.

Artinya benda-benda yang terkait dengan kegiatan di atas tidak lagi berguna untuk saya. Jadi saya memutuskan untuk menjual barang-barang saya tersebut: alat-alat dan perlengkapan mendaki gunung, sepeda, mechanical keyboard, beberapa barang elektronik, barang-barang yang duplikat (misal saya punya tetikus 2 buah), barang-barang yang dibeli sebagai cadangan, barang-barang pemberian, dan sebagainya. Pokoknya banyak banget! Banyak dari benda-benda itu adalah barang kesayangan, koleksi, dan memiliki kenangan namun manfaatnya untuk saya tidak ada. Manfaatnya untuk keluarga saya lebih nihil lagi. Apa yang lebih nihil dari nihil?

Saya tidak dapat menjelaskannya sebaik Fumio Sasaki. Jika kamu termasuk orang yang perlu motivasi tambahan untuk menyingkirkan barang-barang tidak terpakai, Goodbye Things boleh dicoba.

Strategi penjualan

Saya menjual semuanya dengan harga jual 3/4 harga beli. Bahkan ada yang setengah harga beli jika saya pikir barang tersebut sulit ditemukan pembelinya. Jika yang membelinya adalah orang yang saya kenal baik, maka saya memberinya kepercayaan untuk cicilan yang bebas diaturnya sendiri. Ada yang mengambil cicilan 1 tahun, ada pula yang mengambil cicilan 1.5 tahun. Dengan adanya cicilan ini, saya mesti menyediakan semacam dana buffer yang nantinya harus diganti oleh piutang cicilan ini. Dana ini dapat saya gunakan dengan segera untuk upgrade.

Kurang dalam 2 minggu penjualan, ditambah hasil penjualan spare part PC yang mau diupgrade, saya berhasil mengumpulkan dana sekitar 18 juta rupiah. Saya juga kaget dengan kalkulasi ini. Tapi saya hanya menggunakan sekitar 7-8 juta rupiah untuk upgrade PC. Selebihnya bisa masuk tabungan. Asyik kan?

Spesifikasi unit PC sekarang

Jika ditambahkan dengan nilai dari sebelum di-upgrade, totalnya Rp 16.301.000. Lumayan juga, tapi saya cukup senang dengan hasil ini.

Dari rig lama, pembelian 2020:

  • AMD Ryzen 5 3400G, Rp. 2.080.000
  • Zotac NVidia 1660 Ti AMP, Rp. 4.000.000
  • Nvme M2 SSD Intel 660P 512GB, Rp 1.507.000

Upgrade 2021:

  • Gigabyte B450 I Aorus Pro Wifi, Rp 2.158.000
  • RAM G.SKILL F4-3200C16D-16GFX FlareX 16GB (2x8GB) DDR4 3200Mhz, Rp. 1.363.000
  • Corsair - SF750 80 Plus Platinum 750 Watt SFX P, Rp. 2.668.000
  • CPU cooler Noctua NH-L9a AM4, Rp. 698.000
  • Geeek A50 Plus White ITX Case, Rp. 1.510.000
  • ID-COOLING NO-9215 92mm Slim Cooling Fan PWM, Rp. 231.000
  • Mini ITX Wifi & Bluetooth Antenna RP-SMA Female, Rp. 65.000
  • Audio Splitter Combiner, Rp. 21.000

Penampakan