Setelah menimbang-nimbang cukup lama, akhirnya saya menjual CPU dan GPU saya selagi harganya masih tidak masuk akal, yakni Ryzen 5 3400g di harga 2.5 juta rupiah (harga beli 2 juta rupiah di tahun 2020) dan GTX 1660 Ti di harga 6.6 juta rupiah (harga beli 4 juta rupiah di tahun 2020).

Terus saya pakai apa, dong? Sesuai judul, saya comot 5600g di harga 3.2 juta rupiah dan tidak menggunakan discrete GPU sampai harga GPU kembali normal. Bagaimana saya bisa yakin harganya akan normal? Berikut alasannya:

  1. Eth akan pindah ke PoS paling dekat Q2 2022, paling lama entahlah. Setelah Eth 2.0 merged ke main net, mining ethereum tidak lagi berlaku. GPU bekas akan memenuhi pasaran dan sesuai hukum supply demand, harga GPU baru akan tertekan turun.
  2. Intel masuk ke pasar discrete GPU.
  3. Rilis RTX 4000 series.

Saya memilih 5600g dibanding 5700g karena perbedaan harganya lebih dari 1 juta rupiah sementara perbedaan performanya hanya sekitar 5%. Artinya 5600g ini masuk ke best bang for the bucks.

Saya tidak terlalu puas dengan performa CPU saya sebelumnya, yakni 3400g. Sementara 5600g ini memberikan banyak kejutan. Judul seperti Dirt Rally 2.0, Battlefield V, PES 2020, Jedi Fallen Order, PUBG dan lainnya cukup lancar dimainkan. Meskipun ada beberapa permainan koleksi saya yang tidak begitu lancar seperti Horizon Zero Dawn dan BeamNG. Toleransi lancar di sini bagi saya adalah 45-50 FPS.

Mestinya yang nyaman itu 60FPS, bukan? Itu dia.

Overclock

Ada 2 hal yang bisa saya tingkatkan dari sistem yang saya miliki sekarang. Frekuensi CPU dan RAM-nya.

Untuk CPU caranya cukup mudah. Naikkan saja VSOC-nya ke 1.35v dan frekuensi CPU-nya akan naik sampai 4.3 sampai 4.4 GHz. Lebih dari itu harusnya tidak stabil.

Sementara untuk RAM lebih rumit. Ini juga pengetahuan baru buat saya. RAM yang dipasarkan untuk umum memiliki beberapa kualitas kelas chip yang disebut die.

Samsung B-Die adalah yang terbaik untuk dioverclock, overheadnya lumayan dan cukup stabil. Jadi kalau Anda ingin merakit PC baru, sebaiknya cocokkan RAM dari QVL dengan daftar yang ada di sini.

RAM saya (F4-3200C16D-16GFX) sayangnya masuk kelas C-Die. RAM ini dipasarkan dengan XMP Profile yang mencapai 3200MHz. Apakah bisa lebih kencang dari ini? Bisa.

Caranya adalah sebagai berikut (di setiap langkah ini setelan BIOS perlu disimpan lalu reboot ke sistem operasi untuk melihat apakah setelannya cukup stabil):

  1. Disable XMP Profile, frekuensinya akan turun ke 2133MHz.
  2. Naikan voltase VDIMM ke 1.1v.
  3. Naikkan multipliernya ke target, misalnya 3400MHz.
  4. Setel timing yang cukup longgar, misal mulai dari 18-22-22-22-44
  5. Perkecil angka timingnya secara perlahan, misal 18-21-21-21-40.
  6. Perkecil terus sampai ketemu batasnya (tidak stabil, crash, reboot, tidak bisa boot)
  7. Jika ketemu, kembali ke setelan terakhir. Jika dirasa cukup stabil, ulangi siklusnya dari no 3, naikkan multipliernya ke jenjang berikutnya. Lanjutkan sampai ketemu frekuensi dan timing yang stabil.

Di kasus saya, frekuensi yang stabil jatuh pada 3600Mhz dengan timing 18-18-21-21-39, GDM di-disabled dan Cmd2T disetel ke 1T. Ini sesuai dengan panduan yang saya ikuti https://www.reddit.com/r/overclocking/comments/mfcwb4/samsung_cdie_3200cl16_1st_overclock_attempt_70ns/.

Usaha ini memberikan hasil berupa tambahan performa, yaitu sekitar 5-15 FPS tergantung permainannya.

Sekarang saya bisa lanjut nyetir di Dirt Rally 2.0 dengan 60FPS di resolusi 1080p. Sungguh di luar perkiraan.