Ketemu sama teknologi baru, saya ini mudah bimbang. Sekarang lihatlah Ghost, platform untuk ngeblog yang katanya Wordpress Killer. Just a blogging platform, katanya? Bullshit itu, terlalu merendah. :D
Blog ini memang berjalan di atas ghost. Kelihatan biasa saja ya. Tunggu deh sampai lihat dalemannya bagaimana. Dan saya pun bimbang, setelah ngeblog dengan Wordpress sejak tahun 2008 (sekarang blog.pdft.net), perlukah saya bermigrasi ke Ghost?
Awalnya, blog ini saya dedikasikan untuk catatan ngoprek saja (dan dengan tulisan ini, dedikasi tersebut dilanggar). Tapi repot benar menulis di dua tempat (halah, kayak rajin ngeblog saja). Lama-lama, saya tidak tahan.
Blog saya yang Wordpress pagerank-nya sudah 3. Eh, apakah saya masih peduli sama yang namanya pagerank? Nampaknya tidak. Dulu pagerank itu serasa karma di Plurk. Sekarang? Sekarang orang-orang pada sibuk guling-guling di socmed.
Balik lagi ke tujuan ngeblog sekarang. Selain buat ngeksis, buat apa? Buat menulis dokumentasi (tentang apa pun) yang semoga bermanfaat buat orang lain. Selama Ghost mempermudah, mengapa tidak?
Mari dipikir-pikir lagi,
Enaknya :
- Sederhana
- Dirancang agar empunya fokus menulis
- Dibangun dengan node.js, lingkungan yang sedang
disukaidan didalami oleh penulis - Markdown!
Nggak enaknya :
- Sederhana
- Tidak ada fitur arsip, pencarian
- Dibandingkan dengan Wordpress, lemah di SEO
- Tidak mendukung komentar (mesti bawa-bawa platform komentar pihak ketiga seperti disqus, facebook, atau google+)
- Hostingnya tidak gampang. Besok kalau Heroku (mudahan tidak) menutup layanan gratisnya atau bangkrut, saya yang nangis kejer mau ditaruh dimana ini blog.
Bagaimana bisa sederhana masuk ke dua kategori yang bersebrangan? Itulah yang bikin bimbang dan sekarang saya sedang buang-buang waktu mengekspor data dari blog Wordpress saya ke JSON untuk diimpor lagi ke sini.
Wooosaaaaah!
>> Home