Saya saat ini sedang berstatus mahasiswa tetapi sulit untuk merasa sebagai mahasiswa. Saya terlambat menjadi mahasiswa, menjadi mahasiswa sambil bekerja, nyaris terisolasi dari kehidupan mahasiswa yang sebenarnya. Saya apatis, sementara yang lain sibuk berorganisasi dan kritis. Ada yang sempat turun ke jalanan berdemo, sementara saya di masih sibuk ngetik di pojokan sini. Bahkan untuk ikut serta dalam perkumpulan-perkumpulan, kelompok diskusi, aduh…
Toleransi dosen-dosen pengajar untuk mahasiwa malam/ekstensi (atau apa pun sebutannya) juga membuat saya tidak tahu rasanya menjadi mahasiswa yang sebenarnya dari sisi akademik. Kerasnya seperti apa. Perjalanan akademik saya juga kurang normal seperti kebanyakan orang, SMP terlalu cepat, lepas SMA malah jungkir balik 3 tahun dulu baru kuliah. Jadi rasa-rasanya menjadi mahasiswa selepas SMA itu bagaimana saya tidak tahu. Ospek? Gak pernah ngerasain ding.
Saya juga belum memahami benar arti “harga mahasiswa” atau saat seseorang mahasiwa bilang, “Duh 100k bisa buat berapa hari tuh”. Duit saya gak banyak, tapi gak sampai berkomentar begitu, seperti dari sudut pandang mahasiswa.
Rasanya ngekos sebagai mahasiswa juga bagaimana (saya ngekos tapi tidak merasa ngekos, ini mah lain lagi :P ), saya tidak tahu.
Saya juga tidak sempat menikmati pergaulan ala mahasiswa pada umumnya. Entah bagaimana mendeskripsikannya, tapi saya mengambil gambaran dari apa yang sering saya lihat di kampus sehari-hari, dari novel, film.
Jadi mahasiswa yang punya banyak waktu luang untuk melakukan ini dan itu dan ini untuk eksistensinya sebagai mahasiwa… Rasa iri saya berangkat dari sana, waktu. Bahkan untuk menyisakan sedikit waktu untuk mahasiswi… Duh!
Jadi, seperti apa sih rasanya menjadi mahasiswa itu?
>> Home