Nanti Sajalah

Date: 2018/08/20
Categories: blog
Tags: poem, puisi

Kulihat orang-orang buru-buru

Kejar, sepak, sikut dan menyaru

Kulihat pojok taman yang pengap

Sulur belukar enggan rajut harap

Kulihat di tepi sungai yang surut

Pancing putus nihil guna terlucut

Kulihat kelopak langit malu merah

Senja tergelincir lupa hatur sembah

Kulihat diriku di sini bermenung

Sangsi kalau jantung masih berhitung

Harusnya kemarin, tapi nanti sajalah

Darah menghangat sungkan menyerah

Nanti!



>> Home