Musim

Date: 2018/09/03
Categories: blog
Tags: poem, puisi

Kita ibarat musim

Aku hujan dan jubah-jubah mendung

Yang lupa cara merangkak ke langit

Mengintip niat

Engkau kemarau berdebu gersang

Menyesap seluruh rindu yang tersisa

Dari akar-akar kenangan

Dan pucuk-pucuk angan

Ingatkah engkau saat yang pertama-tama itu?

Kutawarkan gerimis, namun terlalu sebentar

Tentu kau ingat aroma tanah itu?

Bentuk senyumku yang paling liar.

Maka tiap-tiap kita bersua lagi

(yang sebentar-sebentar itu), kulepas lebat sekental hati

Sepanjang senja? Kuiyakan.

Aku masih lupa cara merangkak ke langit.



>> Home