Hari itu

Date: 2018/09/05
Categories: blog
Tags: poem, puisi

Mula-mula langkah kita tahan

Supaya kau kunci benakku, kuat

Pohon-pohon berlari di sudut mata enggan kita sapa

Kita sama lelah, telah lama menyapa sunyi dalam diri

Sepoi-sepoi angin tak kan lupa juga, mungkin

Tiap ucap yang kita saling lempar, dan tawamu itu, hei

Titik-titik jejak yang kita lalui pasti paham benar

Akan takdir bukan sengaja kita gores-gores begini

Bibir-bibir pantai masih saja ngulum senyum begitu

Heran akan dua anak manusia pura-pura tersesat

Buru-buru matari menggulung senja, tertib kayak biasa

Aku mau protes tapi kau senang rupanya, ya sudah

Bintang-bintang nampak pula di malam kita, mengingatkan

Kita termangu terjebak ragu, akan keberingasan masa depan

Lalu kusadar

Anak kunci kau buang, hilang



>> Home