Penjara

Date: 2018/09/30
Categories: blog
Tags: poem, puisi

Jinjit-jinjit aku ngintip

Riang kau pajang mimpi

Basah ditenggelamkan buku

Kesal sabar aku tunggu

Janji-janji adalah jeruji

Sri waktu adalah dinding

Tapi ia lupa mengalir di sini

Kuraba tak bangun-bangun

Aku coba putus lepas nyawa

Tapi tak kenal mana uratnya

Lama-lama kugulung juga

Barisan tanya malu-malu

Mantul juga kalau lepas

Membikin rusak lubang kunci

Kurangkai bait-bait lain

Akan tetapi bila kuucap

Lidah pahit kelu menolak

Hati koyak gatal meranggas

Hendak kunyanyikan saja ini

Stanza lama kau hafal pasti

Kau dengar dan ingat

Senyum pura-pura tidak

Kucupi atau kuburlah

Hanya pada jemarimu

Mimpi-mimpi jadi tentu

Muak dipenjarakan rasa

Jinjit-jinjit aku ngintip

Kulihat kau menelan kunci

Mimpi-mimpi beku bernisan

O jangan

Jangan!



>> Home