Saya ingin bercerita tentang sesuatu yang sedikit banyak mengubah hidup saya dalam beberapa bulan terakhir.
Sebagai tambahan konteks, saya mempunyai disabilitas tidak terlihat (invisible disability), yaitu kekurangan pendengaran. Tidak sampai tuli, tapi cukup membuat saya kesulitan berkomunikasi. Tidak sampai orang langsung sadar bahwa saya kekurangan pendengaran, karena saya membekali diri saya dengan kemampuan membaca bibir (parsial) dan beberapa perangkat alat bantu dengar.
Kekurangan pendengaran adalah masalah yang sangat kompleks dan kasusnya berbeda-beda untuk setiap penderitanya. Untuk kasus saya, masalah ini tidak hanya pada volume suara, tapi sudah mengarah ke urusan syaraf. Jadi solusinya tidak cukup hanya dengan membesarkan volume atau menyesuaikan frekuensi suara.
Selama bertahun-tahun, saya mencoba berbagai macam solusi, seperti meningkatkan kemampuan membaca bibir, menabung dan membeli alat bantu dengar yang mahal (tier 2 harganya sekitar 11 juta rupiah untuk sebelah telinga saja, sekitar 5 tahun lalu). Setahun belakangan saya mencoba memakai AirPods Pro 3. Kedua perangkat ini boleh dibilang membantu, tapi sekitar 30-40% saja.
Rencana saya sebelumnya adalah membeli alat bantu dengar tier 5 atau 6, yang sebelah saja harganya bisa mencapai 41jt, tanpa charger. Chargernya bisa 3jt rupiah.
Kemudian saya mendengar dari seorang teman bahwa ada kacamata pintar yang mampu menerjemahkan suara menjadi teks, secara real time.
https://www.evenrealities.com/

Karena penasaran, istri saya sampai menyempatkan mengunjungi salah satu toko authorized seller-nya saat berlibur di Singapura (Zeiss Vision Center by K J Optometrists on Orchard road). Rasanya menakjubkan, rasanya seperti jadi Ironman dengan Jarvis mengambang di depan penglihatan kita.
Sebulan kemudian, setelah saya menjadi tambah frustasi di pekerjaan karena tidak dapat mengikuti rapat luring dengan baik, saya memutuskan untuk membeli kacamata itu. Harganya $1000, atau sekitar 18jt rupiah. Dengan ongkir dan bea cukai, totalnya sekitar 21jt rupiah.
Terlebih dahulu saya memeriksakan mata ke dokter untuk mendapatkan prescription / resep mata, lalu mengirimkan prescription tersebut ke authorized seller-nya. Mereka akan menyiapkan lensa tambahan untuk menyesuaikan dengan kondisi mata saya.
Totalnya butuh 3 minggu. 2 minggu untuk pengiriman kacamata ke authorized seller lalu dikonfigurasi, 1 minggu lagi untuk dikirim ke Indonesia.
Kacamata ini sangat berbeda dengan kebanyakan kacamata lainnya di pasaran. Kacamata ini tidak punya kamera atau speaker, dan tidak bisa melakukan banyak hal. Hanya ada input kontrol sentuh, mikrofon dan proyektor kecil yang membuat kita bisa melihat teks atau gambar dalam monokrom hijau. Justru karena desain dan rancangan fungsi yang sederhana ini, membuat kacamatanya sangat efisien dalam penggunaan daya, baterainya bisa bertahan 2-3 hari.
Salah satu fitur yang saya butuhkan di sini namanya Conversate. Cara kerjanya adalah: kacamata ini menangkap input suara, lalu mengirimnya ke ponsel pintar kita (yang sudah dihubungkan sebelumnya), lalu datanya dikirim lagi ke server Event Realities, kembaliannya berupa teks yang siap distream ke ponsel pintar, lalu dilanjutkan ke kacamata untuk ditampilkan. Latensinya, secara mengejutkan, sangat rendah. Saking rendahnya, saya masih dapat mengikuti percakapan yang bergulir cukup cepat.
Memang benar bahwa fitur ini membutuhkan akses internet. Kapan pun saya akan masuk ke percakapan penting seperti rapat, saya harus menyiapkan banyak hal: kuota internet mencukupi, baterai ponsel dan baterai kacamata masih segar. Supaya saya bisa mengikuti percakapan tersebut tanpa putus.
Hasil transcription-nya lumayan akurat. Dapat membedakan sumber suara dengan memisah baris teksnya. Dapat juga mendeteksi bahasa yang berbeda. Apabila Anda berbicara dengan saya menggunakan bahasa yang campur aduk seperti Jaksel English, apa yang Anda ucapkan akan masuk apa adanya ke kacamata saya, teksnya bercampur bahasa Indonesia dan Inggris, dengan akurat.
Hal lain yang saya apresiasi adalah, kacamata ini tidak memiliki kamera, jadi saya tidak perlu begitu khawatir dengan concern privasi, lagi pula bentuknya sangat lumrah, tidak semua orang mengenali kacamata ini sebagai gawai kacamata pintar. Memang masih ada beberapa concern terkait privasi karena percakapan orang lain jadi terekam di ponsel saya. Tapi saya bisa opt-out supaya datanya tidak tersimpan di server dan data di ponsel dapat saya hapus.
Untuk jangka panjang, saya hanya berharap baterainya dapat bertahan lama untuk beberapa tahun mendatang, selama gawai ini mendukung saya sebagai hearing aid. Namun saya tidak begitu khawatir dengan platform-nya karena kacamata Even Realities generasi kedua ini ekosistemnya cukup terbuka / open. Saya bisa bikin custom app. Saya juga bisa membelokkan host app-nya ke app yang open soure seperti MentraOS (https://mentraglass.com/os). Masih banyak kemungkinan untuk dikembangkan secara mandiri.

Dan sejujurnya, kacamata ini benar-benar mengubah hidup saya. Saya sekarang lebih luwes berkomunikasi dan jauh lebih percaya diri.
Saya tidak lagi harus menanyakan pertanyaan-pertanyaan bodoh untuk mengkonfirmasi ulang hanya karena saya kurang dengar. Saya tidak lagi harus berpura-pura tertawa karena tidak begitu dengar joke yang disampaikan. Setelah 30 tahunan hidup sebagai manusia, ini pertama kalinya saya bisa mengikuti percakapan dengan natural tanpa harus berpura-pura.
Untuk teman-teman yang memiliki masalah pendengaran, saya merekomendasikan produk ini.
Jika sebelumnya belum pernah mencoba hearing aid, saya sarankan coba Airpods Pro 3 dulu. APP3 lebih murah dari alat bantu dengar tier 1, tapi bekerja lebih baik.
Jika sedang mempertimbangkan alat bantu dengar premium tier 5 atau 6 yang harganya lebih dari 20jt, saya sangat menyarankan untuk coba dulu kacamata pintar semacam ini. Harganya lebih murah, tapi bisa memberikan Anda output yang tidak bisa diberikan oleh alat bantu dengar konvensional.
Tulisan ini tidak membahas tentang fitur lain dari kacamata. Mungkin teman-teman bisa eksplorasi sendiri di website Even Realities.
Di tengah gempuran AI yang tidak ada habisnya di waktu-waktu sekarang ini, produk ini benar-benar memberi saya sedikit kelegaan: bahwa ini salah satu implementasi AI di mana AI dapat benar-benar meningkatkan kualitas hidup manusia tanpa menjatuhkan aspek lain dari manusia itu sendiri.
>> Home